Categories
Uncategorized

Jalinan Komunikasi unik pengusaha bus pariwisata Jogja

Menjalakan ikatan baik antar pengusaha bus pariwisata saat ini jadi tren baru. Walaupun bersaing memperoleh penumpang buat sewa bis, beberapa pengusaha bis pariwisata di Yogyakarta nampak lumayan akrab pada Februari kemudian. Dalam satu bis, mereka menjajaki dengan seksama kunjungan ke 3 karoseri pembuat bis di Malang, Jawa Timur.“ Kami terencana melaksanakan ini biar terdapat data baru yang dapat diperoleh anggota Organda Wilayah Istimewa Yogyakarta Bidang Angkutan Pariwisata,” ucap Kabid Angkutan Pariwisata Organda DIY, Hantoro kepada haltebus. com.

Mereka mendatangi Karoseri Morodadi Prima, Karoseri Tentrem serta Karoseri Adiputro. Sepanjang 2 hari mereka nampak asik mencermati proses pembuatan bis. mereka berkelana memandang dari dekat mulai proses pengelasan rangka sampai pembuatan material pendukung kelengkapan bodi bis. Di karoseri itu banyak perihal yang dapat mereka miliki, salah satu yang menarik merupakan modifikasi suspensi hawa yang dipasangkan oleh karoseri. Ketiga karoseri itu dapat memodifikasi suspensi hawa.

Sehabis rombongan itu melihat- lihat, pimpinan Karoseri Tentrem, Tatang Wahyudi serta Yohan Wahyudi, mengajak mereka buat berupaya chassis bis terkini dari Hino, ialah Hino FC 190. Mereka di antar ke kota Batu sekalian merasakan salah slaah satu varian bodi bis penciptaan Karoseri Tentrem, model Venom, di atas chassis yang baru diluncurkan PT. Hino Motors Sales Indonesia tahun kemudian itu.

Bagi Hantoro, aktivitas kunjungan ke karoseri bis sempat dicoba tadinya. Sayangnya aktivitas itu terhenti 5 tahun kemudian. Saat ini, dengan semangat baru, Organda mengawali kembali tradisi kunjungan yang pula diiringi pertemuan 2 bulan sekali. Pimpinan Organda D. I. Y, Agus Andrianto pula turut dalam rombongan.

Agus melaporkan, kegiatan semacam ini jadi metode buat mengakrabkan anggota Organda Angkutan Pariwisata di wilayahnya. Ia mengakui tidak banyak operator bis yang ingin berkumpul secara teratur demi alibi keakraban. Tetapi, buat angkutan pariwisata di Yogyakarta, keakraban lebih terasa. Ia mengatakan, kota Malang diseleksi bagaikan tujuan berbagi data sebab di kota itu, industri karoserinya jadi kiblat di Indonesia.“ Kali ini ke Malang, nanti tahun depan dilanjutkan dengan tujuan ke Bali,” katanya.

Sedangkan itu, Manager Operasional PO. Bimo, Buanata mengaku bahagia dengan terdapatnya pertemuan teratur serta kegiatan kunjungan semacam ini. Untuk ia, dikala pertemuan jadi fasilitas efisien buat silih bertukar antar operator.“ Untuk kami Organda DIY unit pariwisata sangat mengasyikkan. Banyak pengetahuan yang kami bisa dari rekan- rekan,” ujarnya

Di sisi lain, pihak karoseri pula merasa bahagia dikunjungi rombongan operator bis pariwisata, yang tidak lain mitra mereka. Bagi Yohan Wahyudi dari Karoseri Tentrem, mereka tidak hanya dapat menghadirkan produk yang mereka buat kepada pelanggan, spesialnya calon pelanggan ataupun pelanggan baru, melainkan menampilkan proses pembuatannya dari dekat. Terlebih lagi mereka dapat memperoleh kedekatan baru dengan terdapatnya pertemuan semacam ini.“ Bahagia sekali dapat kehadiran tamu semacam ini, dapat nambah sahabat baru. Kami pula dapat menemukan reaksi serta masukan- masukan dari mereka,” katanya.

Paguyuban pariwisata D. I. Yogyakarta ini, bagi Hantoro, diberi nama Palapa Wijaya oleh Kasubdit Angkutan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Subroto. Nama itu ialah singkatan dari Paguyuban Pelakon Angkutan Pariwisata Daerah Yogyakarta. Bulan depan, mereka sudah berencana buat berkunjung ke karoseri yang terdapat di Jawa Tengah.“ Kami pula silaturrahim ke tempat tujuan wisata, art shop pula pusat oleh- oleh,” kata Hantoro lagi.

Rasa keakraban yang begitu kental di Yogyakarta itu didasari atas menghasilkan atmosfer hawa usaha yang baik di antara sesama operator bis pariwisata. Hantoro melaporkan, kepribadian bis pariwisata yang tidak mempunyai rute serta tujuan yang senantiasa sangat tidak menguntungkan bila tidak mempunyai jejaring sesama operator bis pariwisata ataupun para pendukung usaha wisata ini. Bila terdapat hambatan di jalur, lanjut ia, cuma sahabat yang kerap diajak berbicara yang dapat menolong. Baik Hantoro ataupun Agus Andrianto memperhitungkan, dengan komunikasi yang erat, kompetisi yang sehat di antara pelakon usaha transportasi dapat ditumbuhkan. Pada kesimpulannya, mereka pula yang menikmati keuntungan dari silih membangun jejaring itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *