Categories
Uncategorized

Mitos Kisah Mistis dari Pohon Kamboja Fosil

Pohon Kamboja Fosil sering ditemukan di kuburan. Maka wajar jika tanaman yang satu ini harus selalu dikaitkan dengan kuburan. Tapi benarkah Kamboja Fosil adalah pohon yang bisa menyulap datangnya iblis?

Pohon Kamboja Fosil yang mistis

Kamboja Fosil adalah tanaman hias asli Amerika Tengah. Semula biasa ditanam sebagai pemanis, misalnya dengan menempatkannya di taman atau dijadikan bonsai. Diperkirakan Kamboja Fosil hanya populer di nusantara sejak zaman kolonial.

Mitos Kisah Mistis dari Pohon Kamboja Fosil

Salah satu daerah yang biasa digunakan bunga Kamboja Fosil adalah Bali. Di sana, Kamboja Fosil biasanya ditanam di tempat berbeda.

Disematkan di belakang telinga, juga digunakan sebagai kebutuhan atau custom Ubaramp. Bunganya sering ditemukan di pura atau tempat suci di bagian belakang daun pisang.

Lain halnya dengan orang Jawa. Tidak banyak orang yang menggunakan bunga Kamboja Fosil dalam ritual adat. Kamboja Fosil lebih sering ditanam di kuburan. Jual Kamboja Fosil

Bahkan manusia cenderung enggan menanam Kamboja Fosil di pekarangannya. Kesannya seram dan konon bisa mengundang hantu untuk datang.

Asal usul pohon Kamboja Fosil

Kamboja Fosil (juga dikenal sebagai plumeria) ditemukan oleh seorang ilmuwan Prancis. Meski disebut Kamboja Fosil dalam bahasa Indonesia, tanaman ini tidak ada hubungannya dengan negara dengan nama serupa di Asia Tenggara.

Bunga Kamboja Fosil memiliki mahkota berwarna putih dengan bagian tengah berwarna kuning. Selain jenis ini, ada juga Kamboja Fosil yang corolla-nya berwarna ungu-merah. 

Tinggi pohon Kamboja Fosil bisa mencapai enam meter, dengan daun berwarna hijau tua yang lebat dan lonjong. Tanaman yang mekar hampir sepanjang tahun biasanya ditanam dari stek.

Mitos pohon Kamboja Fosil

Ada cerita masyarakat yang menceritakan bahwa pohon Kamboja Fosil adalah jelmaan seorang gadis. Setelah kekasihnya meninggal, gadis ini menangis dan menunggu di dekat kuburan. Sampai suatu hari kematian datang dan dia menunggu, sebatang pohon tumbuh.

Setiap hari pohon ini melempar bunganya ke kuburan yang ditinggalkan. Maka lambat laun Frangipani dikenal sebagai bunga kesetiaan. Selain itu, jika seseorang menemukan Kamboja Fosil dengan mahkota empat atau enam, dikatakan beruntung dan beruntung.

Tumbuhan Kamboja Fosil atau yang dikenal dengan nama latin Plumeria merupakan salah satu tumbuhan asli yang berasal dari daerah Amerika Tengah. Dengan nama ilmiahnya, Plumeria berasal dari nama seorang ahli botani asal Perancis, Charles Plumier.

Meski berasal dari luar negeri, Tumbuhan Kamboja Fosil di Indonesia, khususnya di Provinsi Bali, masih sering masif. Dan terdapat fosil tumbuhan pohon Kamboja hampir di setiap sudut pulau Bali karena keberadaan tumbuhan ini nyatanya sangat lekat dengan budaya masyarakat setempat. 

Di daerah lain yang masih hidup di Indonesia, fosil tumbuhan pohon Kamboja tumbuh bebas di areal pekuburan dan digunakan sebagai peneduh atau tanda kuburan.

Tumbuhan Kamboja Fosil pertama kali masuk saat memasuki negara Indonesia yang notabene masuk pada masa penjajahan Portugis dan Belanda. Tanaman Kamboja Fosil sangat mudah tumbuh dengan bebas di berbagai daerah dengan ketinggian tidak lebih dari 700 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan Kamboja Fosil ini merupakan tumbuhan yang sangat mudah beradaptasi dan mampu bekerja secara produktif di berbagai tempat dan tentunya tidak membutuhkan iklim tertentu untuk dapat bereproduksi. 

Meskipun Kamboja Fosil dikenal dengan bunganya yang dapat ditemukan di banyak tempat pemakaman, namun kini menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dimiliki dan dikoleksi oleh para pecinta tanaman.

Tumbuhan Kamboja Fosil atau plumeria memiliki ciri yang sangat berbeda dengan bunga lainnya. Tanaman Kamboja yang membatu ini sebagian besar berbentuk seperti pohon, tingginya sekitar 1,5 hingga 6 meter, dan memiliki warna bunga yang berbeda-beda seperti merah, kuning, dan putih tergantung jenis varietas plumeria yang akan Anda tanam. 

Pohon Kamboja Fosil memiliki banyak warna, termasuk putih, kuning, oranye, merah, dan kekuningan. Fosil pohon Kamboja bisa ditanam dalam satu pot yang bisa Anda letakkan di mana saja, terutama di halaman sebagai penghias. Cara-cara berikut ini bisa Anda terapkan langsung pada budidaya kamboja.

Berikut langkah-langkah menanam kamboja dengan menggunakan teknik stek batang:

– Sediakan lahan untuk penanaman dan gali lubang yang cukup dalam hingga 80 cm. Bersihkan areal tanam agar tidak ada batu bata atau benda lain yang dapat menghambat perkembangan tanaman.

– Tentukan apakah orang tua Frangipani tinggi, tua, sehat, atau tidak cacat. Kemudian potong batang kamboja sekitar 20 cm. Kemudian biarkan hingga seminggu yang lalu dan taruh di tempat yang lembab.

– Untuk bagian atas batang, buang jumlah daunnya dan sisakan hanya 2 lembar daunnya untuk mengurangi penguapan saat ditekan.

– Setelah batang dipotong, segera celupkan bekas luka yang dihasilkan pada afrodisiak akar di toko pertanian secepatnya untuk merangsang pertumbuhan akar dengan cepat.

– Gunakan hidangan barbekyu yang dicampur dengan arang untuk memanggang dan aduk sampai semuanya tercampur rata.

– Tanaman potong dapat ditanam dalam pot dengan media tanam setelah 1 minggu untuk menghindari munculnya bakteri, jamur dan cendana pada ujung yang belum selesai.

– Setelah batang ditanam, sirami tanaman secukupnya, yaitu tiga kali sehari, karena tanaman ini tidak dapat menerima banyak air untuk menghambat pembusukan batang, sehingga sistem perakaran lebih cepat.

– Saat menanam Kamboja, cabut saluran akar dan biarkan tanah menempel pada akar agar benih kamboja dapat beradaptasi. Fosil pohon Kamboja bertahan dengan baik.

 Hal penting lainnya tentang menanam pohon fosil di Kamboja adalah Anda perlu memilih beberapa jenis tanah berpori agar media yang digunakan untuk menumbuhkan pohon fosil di Kamboja. Mengapa demikian? Karena tanah berpori tidak mudah menyerap air, tanah ini sangat cocok untuk pohon fosil di Kamboja yang tidak terlalu menyukai air.

Tumbuhan Kamboja Fosil adalah tumbuhan dari berbagai jenis, tentunya semuanya dengan jenis warna bunga yang berbeda-beda dan juga nama latinnya yang sangat berbeda, namun tetap tergolong dalam satu marga yaitu marga Apocynaceae. 

Tumbuhan Kamboja Fosil ini merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh sangat baik pada suhu tropis atau subtropis. Kamboja Fosil juga tumbuh pesat dan mengikuti ciri-ciri Tumbuhan Kamboja Fosil:

Batang

Tanaman Kamboja Fosil merupakan tumbuhan yang mempunyai batang yang cukup keras, bentuknya bulat alami dan cenderung memanjang, bercabang banyak, bercak daun terlihat jelas, dan berwarna putih kehijauan. Selain itu batang tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dan kebal dari serangan hama dan penyakit. Batang tanaman ini memiliki tinggi kurang lebih 1,5 – 6 meter, tergantung jenis tanamannya.

Daun Kamboja Fosil

Fosil pohon Kamboja adalah tumbuhan pohon yang berbentuk daun tunggal, panjang 10-25 cm atau lebih, mengarah ke pangkal, bertepi rata, tebal, dan berbentuk lonjong. Fosil daun Kamboja berwarna hijau muda dan hijau tua. 

Selain itu, daun tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk memasak, menyimpan, dan membuat cadangan makanan baru.

Menanam fosil tanaman kamboja cukup sulit karena melibatkan teknik khusus dalam proses pembuatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *