Categories
Uncategorized

Tantangan ekspedisi liburan dengan kendala tidur

Bepergian sepanjang liburan bisa membuat tekanan pikiran, serta apalagi dapat lebih membuat tekanan pikiran untuk turis yang mempunyai kendala tidur.

Diperkirakan antara 50 juta serta 70 juta orang Amerika hidup dengan kendala tidur. Kendala tidur mengusik pola tidur natural( diucap ritme sirkadian) serta bisa mencakup tidak bisa tidur, sleep apnea, sindrom kaki risau, narkolepsi serta somnambulisme ataupun berjalan sembari tidur.

Suatu riset baru- baru ini terhadap 1. 000 turis menciptakan kalau 53% orang dengan kendala tidur berencana bepergian pada masa liburan ini, tetapi 22% dari mereka berkata mereka berupaya menjauhi ekspedisi tadi malam sebab kendala tidur mereka. Kekhawatiran tentang ekspedisi tadi malam berkisar dari bepergian dengan perlengkapan bantu buat kendala tidur, semacam mesin CPAP( Continuous Positive Airways Pressure) sampai tidur kelewatan serta keletihan ataupun membuat orang lain senantiasa terpelihara.

Seseorang musafir yang memakai mesin CPAP buat tidur dengan tenang mencatat,“ Aku memiliki( petugas kamar hotel) meninggalkan catatan yang memohon aku tidak memakai obat- obatan dikala aku tinggal di hotel. Catatan itu ditinggalkan di sebelah CPAP aku, dengan panah yang menunjuk ke mesin CPAP aku.”

Orang lain yang bepergian dengan CPAP mencatat kesusahan bepergian dengan mereka. Satu dari 10 responden survei yang mengenali diri mereka sendiri mempunyai kendala tidur memberi tahu kalau mereka sudah ketinggalan penerbangan sebab CPAP mereka ataupun perlengkapan bantu yang lain ditahan di pos pengecekan keamanan.

Terdapat pula sebagian inkonsistensi membingungkan dalam rencana penginapan liburan responden: 47, 2% turis dengan kendala tidur berkata mereka hendak menjauhi tinggal di rumah sahabat ataupun keluarga sebab kendala tidur mereka, namun buat liburan mendatang, para turis dengan kendala tidur memberi tahu mereka pula cenderung tinggal bersama keluarga( 65, 5% turis dengan kendala tidur vs 65, 6% turis tanpa kendala tidur), lebih bisa jadi buat tinggal bersama sahabat( 10, 4% vs 8, 2%) serta sedikit lebih bisa jadi buat tinggal di suatu hotel( 17, 8% vs 19, 9%).

Ketakutan kehabisan aktivitas yang direncanakan serta transportasi merupakan permasalahan utama yang lain di antara responden survei, dengan 71, 3% responden dengan kendala tidur melansir tidur sampai larut malam serta letih pada hari selanjutnya bagaikan tantangan utama.

Sebagian memberi tahu kalau mereka tadinya ketiduran serta ketinggalan kegiatan yang direncanakan. Seseorang pengelana dengan tidak bisa tidur mencatat,“ Aku kesimpulannya ketinggalan pesawat serta wajib menginap lebih lama, serta setelah itu ketinggalan lagi. Ini seluruh sebab aku tidak dapat tidur sejauh malam, serta kala aku kesimpulannya tidur, aku ketiduran.”

Aku sendiri mengidap apnea tidur obstruktif serta bepergian dengan mesin CPAP. Berikut merupakan sebagian panduan buat turis dengan kendala tidur yang mengestimasi ekspedisi sepanjang masa liburan.

– Identifikasi CPAP Kamu: Undang- undang AS mengharuskan industri angkutan hawa buat mengangkat mesin CPAP serta fitur dorongan yang lain di luar batasan carry- on wajar buat penumpang. Bila Kamu berikan ketahui Kamu mempunyai sangat banyak tas jinjing serta CPAP Kamu merupakan kelebihannya, lumayan identifikasikan itu bagaikan CPAP, serta itu tidak hendak diperhitungkan.

– Bepergian dengan kabel ekstensi: Sebagian besar hotel hendak sediakan kabel ekstensi ataupun perpanjangan kabel, namun kala menginap di tempat lain, outlet bisa jadi tidak senantiasa aman. Kabel ekstensi bisa jadi kenyamanan dikala bepergian dengan CPAP.

– 2 kata- permen karet Melatonin: Melatonin merupakan hormon natural yang mengendalikan siklus tidur- bangun, serta suplemen melatonin bisa digunakan bagaikan dorongan tidur. Melatonin ada dalam wujud bergetah ataupun kapsul di atas meja di Amerika Serikat serta Kanada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *